Selasa, 07 Oktober 2008

Jalan Simpang Kritik Sastra di Jawa Timur (Juga Indonesia)

Mashuri

“Seorang kritikus sastra adalah seorang sastrawan yang gagal,” demikian pernyataan seorang pesastra Surabaya yang menjadi moderator dalam sebuah bedah buku di TB Gramedia, Delta Plaza, beberapa waktu lalu. Pernyataan itu menerbitkan sebuah tanya sekaligus renungan yang dalam. Apalagi ‘ekologi’ sastra di Jawa Timur terbilang timpang, di mana porsi produk karya tak seimbang dengan kritik sastra.

Sebuah ekologi sastra dikatakan berimbang, jika rasio antara penulis, karya, pembaca dan kritikus sastra juga berimbang. Di Jawa Timur, kondisinya cukup memprihatinkan karena karya sastra terus tumbuh, baik itu bergenre prosa maupun puisi, tapi kritiknya langka. Ada memang kritikus, tapi lebih banyak yang mengulas karya-karya yang sudah dianggap canon sastra. Padahal posisi kritik sastra dalam sebuah lingkungan sastra sangat penting, sepenting posisi sastrawan sendiri.

Kegunaan kritik sastra meliputi tiga hal utama, yaitu kegunaan pada ilmu sastra, penerangan/jembatan pada masyarakat/pembaca dan bagi perkembangan kesusastraan. Jadi kritik dalam dunia sastra bukanlah mencemooh atau menimbang baik dan buruk saja, tapi juga mengungkap sisi tersembunyi dan sisi yang tak tertangkap oleh pembaca umum/awam yang terkandung di dalam karya sastra tersebut. Selain itu, kritik sastra juga berguna terhadap ilmu sastra karena dari kritik inilah dimungkinkan muncul teori sastra baru. Begitu pun dengan perkembangan sastra, karena dari kritik inilah sangat mungkin muncul sejarah sastra baru dan bisa menjadi tolak ukur perkembangan sastra.

Anggapan Keliru
Selama ini, ada anggapan salah di publik kita, bahwa kritik selalu berorientasi negatif, padahal dalam sastra kritik adalah tafsir dan takwil pada karya. Ada kalanya sebuah karya dalam dunia sastra itu terlalu berat bagi pembaca awam, karena mengandung pemikiran-pemikiran dan gagasan yang mempertanyakan kemapanan dan seringkali berlawanan dengan selera publik. Maka, tugas kritik sastra adalah mengungkapkan dan menerangkannya. Di sisi lain, ada pula karya sastra avant garde yang mendahului jamannya sehingga pembaca pada masanya tak bisa memahami karya itu, maka kritik sastra sebagai jembatan. Dalam posisi ini, seorang kritikus adalah sosok yang cerdas. Dalam sejarah sastra Indonesia, hal itu sudah terbukti. ‘Chairil Anwar’ yang ditemukan oleh kritikus sastra HB Jassin adalah peristiwa yang bisa dijadikan pijakan seberapa pentingnya kritikus sastra dalam dunia sastra. Jassin melihat dalam puisi dan diri Chairil Anwar mengandung sesuatu yang bernilai bagi (kesusastraan) Indonesia.

Dalam tataran ini, seorang kritikus bukanlah orang yang gagal dalam berkarya, sebagaimana pernyataan pesastra Surabaya yang dikutip di awal tulisan ini. Kritikus sastra adalah seorang yang mememiliki kecerdasan istimewa yang bisa menafsirkan karya secara proporsional dan menggali makna dari kapasitas karya. Bahkan bisa melihat hal-hal tersembunyi yang bisa jadi tak terpikirkan oleh sastrawannya. Ada beberapa contoh kritikus sastra seperti itu. Misalnya, jika berkaca pada kritikus dan ahli sastra dunia Edward W Said, maka kita sungguh akan terperangah. Ahli sastra perbandingan dari Universitas Columbia itu mengungkap ideologi beberapa karya sastra Eropa yang ternyata menyimpan maksud tersembunyi, semacam kolonialisme. Dari kritiknya, ditemukan teori orientalisme yang demikian mendunia dan mempengaruhi beberapa ilmu lainnya, termasuk filsafat, sosial dan kebudayaan yang luas. Selain itu, Roland Barthes, pemikir dan ahli sastra dari Perancis, dalam sebuah tulisannya menyebutkan, seorang eseis dan kritikus seni juga seorang ‘sastrawan’. Ia telah membangun sebuah dunia dari teks-teks dan memperlakukan teks itu sebagai sebuah kesenangan dan karib. Dari beberapa contoh itu kiranya kritikus sastra bukanlah orang sembarangan.

Bisa jadi ungkapan ‘kritikus adalah sastrawan yang gagal’ adalah sebuah ‘black humor’ dalam kehidupan kreatif sastra dalam sebuah ekosistem sastra. Sungguh itu hanyalah sebagai sebuah humor semata. Bisa jadi, humor ini bermula dari kiprah HB Yassin yang dikenal sebagai kritikus sastra Indoesia berwibawa yang menekuni kritik karena karya-karyanya dianggap gagal.

Sastrawan Sekaligus Kritikus
Jika kita melihat daftar sastrawan kita lebih banyak yang merangkap juga sebagai seorang kritikus sastra dan dikenal sebagai kritikus yang handal. Dari Jawa Timur bisa dilihat pada sepak terjang Budi Darma. Penulis novel mashur Olenka ini tidak hanya seorang sastrawan, tapi juga ahli sastra dan seorang kritikus sastra berwibawa. Selain itu, dari kalangan sastrawan Jawa Timur bisa dilihat pada kiprah Akhudiat, Bonari Nabonenar, Moh. Shoim Anwar, Budi Palopo, Tjahyono Widiyanto, Tjahyono Widarmanto, S Yoga, Ribut Wijoto, Indra Tjahyadi, Imam Muhtarom, Achmad Faisal dan lainnya. Sedangkan dalam jagat sastra Indonesia, sekadar menyebutkan adalah Sapardi Djoko Damono, Soebagio Sastrowardoyo, Goenawan Muhammad, Afrizal Malna, Abdul Wahid BS, dan lain-lainnya. Umumnya kritik sastrawan bukanlah pada karya sendiri tapi pada karya orang lain dan perkembangan sastra.

Kiranya bukanlah sesuatu yang tabu bila seorang sastrawan juga merangkap sebagai kritikus sastra. Ini bisa dijadikan solusi bagi kelangkaan krikitus sastra di Jawa Timur. Selain untuk menyeimbangkan ekosistem sastra di Jawa Timur, bisa juga digunakan untuk menyampaikan gagasan, ide dan pemikiran sastranya. Seorang sastrawan yang cerdas memang harus bisa merumuskan gagasannya dalam berkarya, karena sastra adalah dunia pemikiran dan gagasan dan bukan sekedar pengrajin kata-kata.

Sebenarnya kelangkaan kritikus sastra di Jawa Timur adalah kasus laten dalam kesusastraan Indonesia. Meski demikian, bukan berarti kita harus mengamini mati suri kritik nasional itu sebagai biang langkanya kritik sastra di Jawa Timur. Hal itu karena wadah untuk menjadi seorang kritikus sastra di Jawa Timur terbuka dengan lebar. Tidak hanya jurnal-jurnal ilmiah yang banyak, mengingat cukup banyak fakultas sastra di Jawa Timur dan maraknya lembaga kebudayaan, tapi media massa umum yang bisa menampung tulisan kritik juga tersedia.

Selama ini ada beberapa kritikus sastra yang sudah dikenal di Jawa Timur, tapi sangat jarang yang berusaha untuk membahas karya-karya sastra yang tumbuh, berkembang dan berlatar sosio-kultur Jawa Timur. Sebenarnya, dari sini, juga menerbitkan beberapa tanya: Pertama, benarkah karya-karya sastra di Jawa Timur yang regional itu belum layak untuk dibahas dan disejajarkan dengan karya sastra yang bertaraf ‘nasional’. Kedua, bukankah karya bagus mulai bermunculan di Jawa Timur dan beberapa sastrawan Jawa Timur sedang naik daun dan menjadi perhatian publik dan disorot media nasional. Ketiga, apakah masih pas untuk saat ini dalam memilah antara regional dan nasional. Kiranya, waktu yang akan menjawabnya. Yang penting, habitat sastra di Jawa Timur harus seimbang, sehingga rotasi pengetahuan bisa berjalan dengan harmonis, nyaman dan kehidupan pun semakin indah dan bergagasan. (*)
---

*)Sumber, http://mashurii.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Ginandjar Wiludjeng A. Junianto A. Kurnia A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.S Laksana A’yat Khalili Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Razak Abdul Rosyid Abdul Wahab Abdurrahman Wahid Abu Salman Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adam Chiefni Ade P. Nasution Adhitia Armitriant Adi Prasetyo Adrizas AF. Tuasikal Afriza Hanifa Afrizal Malna Agama Para Bajingan Agnes Rita Sulistyawaty Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Buchori Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunyoto Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Baso Ahmad Faishal Ahmad Fatoni Ahmad Hasan MS Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Naufel Ahmad Rofiq Ahmad S. Zahari Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ainul Fiah Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akhudiat Akmal Nasery Basral Alam Terkembang Alang Khoiruddin Alex R. Nainggolan Alfian Dippahatang Ali Audah Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Almania Rohmah Ami Herman Amien Wangsitalaja Aminah Aminullah HA.Noor Amir Sutaarga Anam Rahus Anata Siregar Andari Karina Anom Andina Dwifatma Andong Buku #3 Andre Mediansyah Andri Awan Anett Tapai Anggie Melianna Anindita S Thayf Anis Ceha Anjrah Lelono Broto Anton Bae Anton Kurnia Anton Wahyudi Anwar Nuris Ardi Bramantyo Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arie Yani Arief Joko Wicaksono Arief Junianto Ariera Arif Bagus Prasetyo Aris Kurniawan Arman A.Z. Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asmaul Fauziyah Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Ayu Wulan Sari Aziz Abdul Gofar Azizah Hefni Bagus Takwin Bahrul Ulum A. Malik Balada Bale Aksara Balok Sf Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Beno Siang Pamungkas Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Bernando J Sujibto Berthold Damshauser BI Purwantari Binhad Nurrohmat Bobby Gunawan Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budi Darma Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Burhanuddin Bella Camelia Mafaza Catatan Cerbung Cerpen Chairul Akhmad Chamim Kohari Chavchay Syaifullah Cover Buku Cucuk Espe D. Zaini Ahmad D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dahta Gautama Daisuke Miyoshi Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Danusantoso Dareen Tatour Darju Prasetya David Kuncara Denny Mizhar Denza Perdana Desi Sommalia Gustina Desiana Medya A.L Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewi Indah Sari Dewi Susme Dian Sukarno Didik Harianto Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Dipo Handoko Diyah Errita Damayanti Djoko Pitono Djoko Saryono Doddy Wisnu Pribadi Dody Kristianto Dody Yan Masfa Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi SS MHum Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Wiyana Dyah Ratna Meta Novia Dyah Sulistyorini Ecep Heryadi Eddy Pranata PNP Edeng Syamsul Ma’arif Eep Saefulloh Fatah EH Kartanegara Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Hendrawan Sofyan Eko Hendri Saiful Eko Windarto Elnisya Mahendra Elva Lestary Emha Ainun Nadjib Emil WE Endah Sulwesi Endo Suanda Eppril Wulaningtyas R Esai Evan Ys F. Moses F. Rahardi Fadlillah Malin Sutan Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Kurnianto Fanani Rahman Fanny Chotimah Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Febby Fortinella Rusmoyo Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Gabriel Garcia Marquez Galang Ari P. Galuh Tulus Utama Gampang Prawoto Gandra Gupta Ganug Nugroho Adi Gerson Poyk Ghassan Kanafani Gita Nuari Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunoto Saparie H.B. Jassin Habibullah Hadi Napster Hadriani Pudjiarti Halim HD Halimi Zuhdy Hamberan Syahbana Han Gagas Hanibal W. Y. Wijayanta Hardi Haris del Hakim Haris Saputra Harri Ash Shiddiqie Hartono Harimurti Hary B Kori’un Hasan Aspahani Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana HE. Benyamine Hendra Junaedi Hendra Makmur Heri CS Heri Latief Heri Listianto Herman RN Herry Lamongan Heru CN Heru Nugroho Hikmat Gumelar HL Renjis Magalah Hudan Nur Hujuala Rika Ayu Huminca Sinaga IBM. Dharma Palguna Ibnu Wahyudi Ida Farida Idris Pasaribu Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilham Khoiri Imam Cahyono Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indra Intisa Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ira Puspitaningsih Irfan Budiman Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Ismail Marzuki Iva Titin Shovia Iwan Kurniawan Jabbar Abdullah Jafar Fakhrurozi Jalan Raya Simo Sungelebak Jamal D. Rahman Jamal T. Suryanata Javed Paul Syatha Jayaning S.A JILFest 2008 Jody Setiawan Johan Edy Raharjo Johannes Sugianto Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Juan Kromen Julika Hasanah Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN Juwairiyah Mawardy Ka’bati Karanggeneng Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Keith Foulcher Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khoirul Inayah Khoirul Rosyadi Khudori Husnan Ki Ompong Sudarsono Kirana Kejora Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Sastra Ilalang Indonesia Korrie Layun Rampan Kostela Kritik Sastra Kukuh S Wibowo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie L.N. Idayanie Laili Rahmawati Lamongan Lan Fang Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lely Yuana Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Liestyo Ambarwati Khohar Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lucia Idayanie Lukman A Sya Lutfiah Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Ismail M Thobroni M. Afifuddin M. Arwan Hamidi M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Luthfi Aziz M. Nurdin M. Yoesoef M.D. Atmaja M.S. Nugroho Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahmudi Arif Dahlan Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Martin Aleida Maruli Tobing Mas Ruscita Mashuri Masuki M. Astro Matroni Matroni Muserang Media: Crayon on Paper Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mia Arista Mia El Zahra Mikael Johani Misbahus Surur Misran Mohamad Ali Hisyam Mohammad Eri Irawan Much. Khoiri Muh. Muhlisin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Aris Muhammad Muhibbuddin Muhammad Rain Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun Muhammadun AS Muhidin M Dahlan Mujtahid Mujtahidin Billah Mukti Sutarman Espe Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujungpangkah Gresik Munawir Aziz Musfarayani Musfi Efrizal Nafisatul Husniah Nandang Darana Naskah Teater Nelson Alwi Ni Made Purnamasari Nikmatus Sholikhah Nina Herlina Lubis Nina Susilo Ning Elia Noor H. Dee Noval Jubbek Novel-novel berbahasa Jawa Novelet Nunuy Nurhayati Nur Azizah Nur Hamzah Nur Kholiq Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurul Aini Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Okty Budiati Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Oyos Saroso H.N. Pagan Press Pagelaran Musim Tandur Palupi Panca Astuti Parimono V / 40 Plandi Jombang Pawang Surya Kencana PDS H.B. Jassin Petrus Nandi Politik Politik Sastra Pradana Boy ZTF Pramoedya Ananta Toer Pramono Pringadi AS Prof Dr Fabiola D. Kurnia Prosa Puisi Puji Santosa Puji Tyasari Puput Amiranti N Purnawan Andra Purnawan Kristanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pustaka Ilalang Group PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Ng. Ronggowarsito Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Kemat Hidayatullah Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rasanrasan Boengaketji Raudal Tanjung Banua Redland Movie Reiny Dwinanda Resensi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Ririe Rengganis Risang Anom Pujayanto Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roso Titi Sarkoro Rozi Kembara Rukardi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rusmanadi S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saiful Amin Ghofur Saiful Anam Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Salman S. Yoga Samsudin Adlawi Samsul Anam Sanggar Lukis Alam Sanggar Pasir Sanggar Rumah Ilalang KSII Santi Puji Rahayu Sapardi Djoko Damono Saroni Asikin Sartika Dian Nuraini Sastra dan Kuasa Simbolik Sastra Jawa Timur Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sayyid Fahmi Alathas SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra Boenga Ketjil #33 Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sinopsis Siti Khoeriyah Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputra Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soegiharto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sri Weni Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudirman Sugi Lanus Sukron Ma’mun Sulaiman Djaya Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungging Raga Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Supriyadi Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyanto Syaf Anton Wr Syaifuddin Gani Syaiful Amin Syarif Wadja Bae Sylvianita Widyawati TanahmeraH ArtSpace Tarmuzie (1961-2019) Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Presetyo Teguh Setiawan Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tia Setiadi Tirto Suwondo Tita Tjindarbumi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Tosa Poetra Tri Nurdianingsih Triyanto Triwikromo TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus S Ulul Azmiyati Umar Fauzi Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Universitas Jember Usman Arrumy Utari Tri Prestianti Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W Haryanto W.S. Rendra Wahyu Prasetya Wan Anwar Wawan Eko Yulianto Wawancara Wina Bojonegoro Wita Lestari Wong Wing King Wowok Hesti Prabowo Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yanusa Nugroho Yasraf Amir Piliang Yayat R. Cipasang Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yopi Setia Umbara Yudhi Herwibowo Yudi Latif Yusri Fajar Yusuf Ariel Hakim Yuval Noah Harari Zacky Khairul Uman Zainuddin Sugendal Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zed Abidien Zehan Zareez Zhaenal Fanani Zubaidi Khan Zuniest