Minggu, 04 Januari 2009

Jalan Terjal Meraih Cinta

http://batampos.co.id/
Judul : Mimpi-mimpi Lintang Maryamah Karpov
Penulis: Andrea Hirata
Cetakan: I, November 2008
Tebal : x + 504 halaman
Penerbit: Bentang, Yogyakarta
Peresensi: Sukron Ma’mun*

Maryamah Karpov merupakan novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Dalam karya ini nampaknya Andrea ingin memperlihatkan sisi lain dari serpihan cerita hidupnya. Cerita perjuangan meraih cinta sejati menjadi tema besar yang ingin diangkat Andrea, Si Ikal. Kecintaannya pada seorang gadis Tionghoa A Ling yang tak akan pernah lapuk dimakan waktu, walau belasan tahun mereka berpisah.

Sepulang dari perantauan intelektualnya di Jakarta dan Eropa, Ikal tetaplah Ikal pemuda desa dari pulau kecil Belitong. Meskipun kampung Belitong telah ditinggalkannya selama belasan tahun, namun karakter udik, kampung dan orang-orangnya tak akan pernah menguap begitu saja. Kebiasaan orang-orang Belitong nyaris tak berubah semenjak Ikal kecil hingga dewasa kini. Lugu, sederhana, ramah, penuh canda, suka taruhan, udik, dan tetap setia dalam kemiskinannya.

Tak ubahnya dengan setianya orang-orang Belitong pada keudikannya, Ikal tetap setia dengan cinta pertamanya, A Ling. Gadis Tionghoa dari kelompok orang-orang Ho Pho telah menyandranya dalam balutan cinta. Kegagalannya menemukan A Ling di Benua Eropa dan Afrika tidak meluruhkan niatnya untuk menemukan A Ling. Kali ini Ikal justru akan melakukan ‘ekspedisi gila’ demi menemukan A Ling. Ekspedisi ke Pulau Batuan dengan melintasi Selat Karimata terkenal dengan gelombang ombak yang ganas dan gerombolan perompak yang siap menghabisinya.

Rencana Ikal untuk melakukan ekspedisi ke Pulau Batuan mendapat respons cibiran dari orang-orang Belitong. Para pemilik perahu menolak mengantar atau sekedar ditumpangi Ikal untuk menuju Batuan. Mereka menyadari resiko yang akan didapatinya, jika tidak ditelan badai laut maka akan mati sia-sia dihabisi perompak Selat Malaka. Perompak yang paling ganas di muka bumi, melebihi sejarah pirates of carribean, perompak dari Karibia. Mereka telah menguasai selat Malaka ribuan tahun dan eksis hingga kini.

Keteguhan Ikal untuk menemukan A Ling mengantarkannya pada cobaan berat yang harus ia tanggung. Membuat perahu merupakan cobaan pertama yang harus ia lalui. Selain ketidakmampuannya membuat perahu, Ikal terus mendapatkan teror mental berupa cibiran yang tak karuan. Orang-orang kampung ramai-ramai bertaruh untuk kegagalan Ikal dalam membuat perahu dan kemampuannya untuk mengarungi selat Melaka.

Ikal merupakan tipikal pemuda yang tangguh tanpa pernah menyerah pada keadaan. Semakin keras teror mental ia terima, semakin besar pula keinginannya untuk menemukan A Ling. Lika-liku membuat perahu, mengantarkannya mendapati kenangan masa kecilnya bersama Laskar Pelangi. Anggota Laskar Pelangi mendukung penuh rencana Ikal mewujudkan perahunya. Lintang, Mahar, Samson, A Kiong, Kucai, Tripani, Harun, Sahara, dan Syahdan. Lintang dan Mahar merupakan dua sosok penting dalam mewujudkan mimpi Ikal menemukan A Ling.

Lintang, sosok genius Laskar Pelangi, berhasil meyakinkan Ikal mampu membuat perahu di saat Ikal mulai frustasi. Membuat perahu merupakan pengalaman pertama kalinya yang tak pernah terpikirkan oleh Ikal. Rumit, butuh ketelitian, ketepatan ukuran, dan tentu saja seni. Rumus-rumus fisika Lintang membantu Ikal mewujudkan perahu asteroid., yang memiliki kecepatan tinggi, desain modern, elok nan menawan. Ikal menamai perahunya Mimpi-Mimpi Lintang. Orang-orang Belitong tercengang melihat perahu Ikal dan terhukum dalam taruhan masing-masing.

Ekspedisi gila Ikal tak kalah menantangnya dari pada sekedar membuat perahu, yakni melewati Selat Karimata yang dihuni oleh Tuk Bayan Tula dan gerombolannya. Ikal ditemani Mahar, Chung fa dan Kalimut. Mahar berperan sebagai tim ahli spiritual dan mediator dengan Tuk Bayan Tula, sementara Chung Fa dan Kalimut sebagai pembantu umum.

Tuk Bayak Tula adalah sosok misterius, guru spiritual Mahar yang selalu diagung-agungkan. Mahar menjadi sosok penting sebagai diplomat yang menegosiasi tujuan Ikal untuk menuju pulau Batuan yang dihuni perompak Selat Malaka. Berbagai cara dilakukan Mahar untuk menaklukkan Tuk Bayan Tula, hingga akhirnya runtuh menuruti keinginan Mahar.

Selepas dari diplomasi dengan Tuk, Ikal beserta rombongannya disongsong tantangan alam yakni melawan badai angin barat Selat Malaka. Angin Barat yang semestinya datang tiga hari lagi mendadak mengepung mereka di malam hari. Mula-mula air laut berputar hendak menelan habis-habis perahu Ikal. Perahu menggeliat dalam pusaran air dan terlempar, sekonyong-konyong gelombang hitam menderu keras ke arah perahu. Ikal, Mahar, Chung Fa dan Kalimut terlempar. Tiba-tiba ombak pecah sebelum menggulung perahu.

Mereka tersadar, saat burung-burung laut bertengger di layar perahu. Ikal segera menangkap sinyal bahwa daratan semakin dekat. Lambat laut gundukan daratan Pulau Batuan nampak sesaat menjelang fajar. Para perompak siap menyambut kedatangan Ikal dkk. Tuk Bayan Tula segera memberi tahu tamu asing yang datang. Ikal diberi kesempatan tiga hari untuk mencari A Ling di Pulau Batuan.

Pulau demi pulau ia telusuri, namun A Ling tidak juga di ketemukan. Batas waktu yang diberikan tinggal satu malam, Ikal hampir putus asa. Beruntung di pulau terakhir, Pulau Kuburan, Ikal menemukan A Ling dalam keadaan sakit. Ikal memboyong A Ling ke Belitong dengan penuh kepuasan. Ikal telah menemukan orang yang selama ini ia cari.
Seru, dahsyat, heroik, dan jenaka, itulah gambaran cerita Maryamah Karpov ini.

Cerita cinta sejati Ikal merupakan sebuah episode panjang cerita Laskar Pelangi. Andrea, penulis novel ini, tidak hanya melulu mengajak pembaca pada alur cerita cinta Ikal. Namun juga serumpun cerita masyarakat Melayu Belitung. Keluguan, kesederhanaan, kemiskinan, ‘kemungkaran’ bertaruh, dan kepolosan masyarakat Belitong digambarkan pada sosok-sosok yang menarik. Dengan tutur bahasa khas Melayu yang jago seni berbahasa, pembaca akan terkesima di buat Andrea.

Sebagaimana novel yang pertama, kedua, dan ketiga, Andrea tak habis daya tariknya untuk menyajikan novel non-fiksi ini dalam bait-bait kata yang menarik sekaligus serpihan-serpihan cerita jenaka. Tidak hanya mengharukan ceritanya, namun juga menghibur, dan tentu menginspirasi orang untuk meraih mimpi-mimpinya. Sebagaimana Andrea ungkapkan; “Buah paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya”.

*) Peresensi adalah Pengelola Taman Baca Lintang Songo, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Ginandjar Wiludjeng A. Junianto A. Kurnia A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.S Laksana A’yat Khalili Aang Fatihul Islam Abdul Azis Sukarno Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi WM Abdul Kadir Ibrahim Abdul Malik Abdul Razak Abdul Rosyid Abdul Wahab Abdurrahman Wahid Abu Salman Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adam Chiefni Ade P. Nasution Adhitia Armitriant Adi Prasetyo Adrizas AF. Tuasikal Afriza Hanifa Afrizal Malna Agama Para Bajingan Agnes Rita Sulistyawaty Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Buchori Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Sulton Agus Sunyoto Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Baso Ahmad Faishal Ahmad Fatoni Ahmad Hasan MS Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Khotim Muzakka Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Naufel Ahmad Rofiq Ahmad S. Zahari Ahmad Syauqi Sumbawi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ainul Fiah Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sekhu Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akhudiat Akmal Nasery Basral Alam Terkembang Alang Khoiruddin Alex R. Nainggolan Alfian Dippahatang Ali Audah Ali Mahmudi CH Ali Rif’an Almania Rohmah Ami Herman Amien Wangsitalaja Aminah Aminullah HA.Noor Amir Sutaarga Anam Rahus Anata Siregar Andari Karina Anom Andina Dwifatma Andong Buku #3 Andre Mediansyah Andri Awan Anett Tapai Anggie Melianna Anindita S Thayf Anis Ceha Anjrah Lelono Broto Anton Bae Anton Kurnia Anton Wahyudi Anwar Nuris Ardi Bramantyo Ardus M Sawega Arie MP Tamba Arie Yani Arief Joko Wicaksono Arief Junianto Ariera Arif Bagus Prasetyo Aris Kurniawan Arman A.Z. Arswendo Atmowiloto Arti Bumi Intaran AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Asmaul Fauziyah Asti Musman Atafras Awalludin GD Mualif Ayu Wulan Sari Aziz Abdul Gofar Azizah Hefni Bagus Takwin Bahrul Ulum A. Malik Balada Bale Aksara Balok Sf Bambang Kempling Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Beni Setia Benny Arnas Benny Benke Beno Siang Pamungkas Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Bernando J Sujibto Berthold Damshauser BI Purwantari Binhad Nurrohmat Bobby Gunawan Bonari Nabonenar Brunel University London Budaya Budi Darma Budi P. Hatees Budiman S. Hartoyo Burhanuddin Bella Camelia Mafaza Catatan Cerbung Cerpen Chairul Akhmad Chamim Kohari Chavchay Syaifullah Cover Buku Cucuk Espe D. Zaini Ahmad D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dahta Gautama Daisuke Miyoshi Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Danarto Daniel Paranamesa Danusantoso Dareen Tatour Darju Prasetya David Kuncara Denny Mizhar Denza Perdana Desi Sommalia Gustina Desiana Medya A.L Dewan Kesenian Lamongan (DKL) Dewi Indah Sari Dewi Susme Dian Sukarno Didik Harianto Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Dipo Handoko Diyah Errita Damayanti Djoko Pitono Djoko Saryono Doddy Wisnu Pribadi Dody Kristianto Dody Yan Masfa Donny Anggoro Donny Syofyan Dorothea Rosa Herliany Dr Junaidi SS MHum Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Wiyana Dyah Ratna Meta Novia Dyah Sulistyorini Ecep Heryadi Eddy Pranata PNP Edeng Syamsul Ma’arif Eep Saefulloh Fatah EH Kartanegara Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Hendrawan Sofyan Eko Hendri Saiful Eko Windarto Elnisya Mahendra Elva Lestary Emha Ainun Nadjib Emil WE Endah Sulwesi Endo Suanda Eppril Wulaningtyas R Esai Evan Ys F. Moses F. Rahardi Fadlillah Malin Sutan Fahmi Faqih Fahrudin Nasrulloh Faisal Kamandobat Fajar Kurnianto Fanani Rahman Fanny Chotimah Fatah Anshori Fatah Yasin Noor Febby Fortinella Rusmoyo Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Gabriel Garcia Marquez Galang Ari P. Galuh Tulus Utama Gampang Prawoto Gandra Gupta Ganug Nugroho Adi Gerson Poyk Ghassan Kanafani Gita Nuari Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunoto Saparie H.B. Jassin Habibullah Hadi Napster Hadriani Pudjiarti Halim HD Halimi Zuhdy Hamberan Syahbana Han Gagas Hanibal W. Y. Wijayanta Hardi Haris del Hakim Haris Saputra Harri Ash Shiddiqie Hartono Harimurti Hary B Kori’un Hasan Aspahani Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana HE. Benyamine Hendra Junaedi Hendra Makmur Heri CS Heri Latief Heri Listianto Herman RN Herry Lamongan Heru CN Heru Nugroho Hikmat Gumelar HL Renjis Magalah Hudan Nur Hujuala Rika Ayu Huminca Sinaga IBM. Dharma Palguna Ibnu Wahyudi Ida Farida Idris Pasaribu Ignas Kleden Ignatius Haryanto Iksan Basoeky Ilham Khoiri Imam Cahyono Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indra Intisa Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Ira Puspitaningsih Irfan Budiman Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Ismail Marzuki Iva Titin Shovia Iwan Kurniawan Jabbar Abdullah Jafar Fakhrurozi Jalan Raya Simo Sungelebak Jamal D. Rahman Jamal T. Suryanata Javed Paul Syatha Jayaning S.A JILFest 2008 Jody Setiawan Johan Edy Raharjo Johannes Sugianto Joko Pinurbo Joko Sandur Joni Ariadinata Jual Buku Jual Buku Paket Hemat Juan Kromen Julika Hasanah Jurnalisme Sastrawi Jusuf AN Juwairiyah Mawardy Ka’bati Karanggeneng Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Keith Foulcher Kemah Budaya Panturan (KBP) Khansa Arifah Adila Khoirul Inayah Khoirul Rosyadi Khudori Husnan Ki Ompong Sudarsono Kirana Kejora Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Sastra Ilalang Indonesia Korrie Layun Rampan Kostela Kritik Sastra Kukuh S Wibowo Kurnia Effendi Kurniawan Kuswaidi Syafi'ie L.N. Idayanie Laili Rahmawati Lamongan Lan Fang Langgeng Widodo Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Lely Yuana Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember Liestyo Ambarwati Khohar Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lucia Idayanie Lukman A Sya Lutfiah Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Ismail M Thobroni M. Afifuddin M. Arwan Hamidi M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Luthfi Aziz M. Nurdin M. Yoesoef M.D. Atmaja M.S. Nugroho Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahmudi Arif Dahlan Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Malkan Junaidi Maman S. Mahayana Mardi Luhung Marhalim Zaini Martin Aleida Maruli Tobing Mas Ruscita Mashuri Masuki M. Astro Matroni Matroni Muserang Media: Crayon on Paper Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia MG. Sungatno Mh Zaelani Tammaka Mia Arista Mia El Zahra Mikael Johani Misbahus Surur Misran Mohamad Ali Hisyam Mohammad Eri Irawan Much. Khoiri Muh. Muhlisin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Amin Muhammad Aris Muhammad Muhibbuddin Muhammad Rain Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Yasir Muhammad Zuriat Fadil Muhammadun Muhammadun AS Muhidin M Dahlan Mujtahid Mujtahidin Billah Mukti Sutarman Espe Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujungpangkah Gresik Munawir Aziz Musfarayani Musfi Efrizal Nafisatul Husniah Nandang Darana Naskah Teater Nelson Alwi Ni Made Purnamasari Nikmatus Sholikhah Nina Herlina Lubis Nina Susilo Ning Elia Noor H. Dee Noval Jubbek Novel-novel berbahasa Jawa Novelet Nunuy Nurhayati Nur Azizah Nur Hamzah Nur Kholiq Nurdin Kalim Nurel Javissyarqi Nurul Aini Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nyoman Tusthi Eddy Obrolan Okty Budiati Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Otto Sukatno CR Oyos Saroso H.N. Pagan Press Pagelaran Musim Tandur Palupi Panca Astuti Parimono V / 40 Plandi Jombang Pawang Surya Kencana PDS H.B. Jassin Petrus Nandi Politik Politik Sastra Pradana Boy ZTF Pramoedya Ananta Toer Pramono Pringadi AS Prof Dr Fabiola D. Kurnia Prosa Puisi Puji Santosa Puji Tyasari Puput Amiranti N Purnawan Andra Purnawan Kristanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Pustaka Ilalang Group PUstaka puJAngga Putu Wijaya Qaris Tajudin R. Ng. Ronggowarsito Rachmad Djoko Pradopo Radhar Panca Dahana Rahmat Kemat Hidayatullah Rahmat Sularso Nh Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rasanrasan Boengaketji Raudal Tanjung Banua Redland Movie Reiny Dwinanda Resensi Rialita Fithra Asmara Ribut Wijoto Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Ririe Rengganis Risang Anom Pujayanto Riyon Fidwar Robin Al Kautsar Robin Dos Santos Soares Rodli TL Rofiqi Hasan Roso Titi Sarkoro Rozi Kembara Rukardi Rumah Budaya Pantura (RBP) Rusmanadi S Yoga S. Jai S.W. Teofani Sabrank Suparno Sahaya Santayana Saiful Amin Ghofur Saiful Anam Sainul Hermawan Sajak Salamet Wahedi Salman S. Yoga Samsudin Adlawi Samsul Anam Sanggar Lukis Alam Sanggar Pasir Sanggar Rumah Ilalang KSII Santi Puji Rahayu Sapardi Djoko Damono Saroni Asikin Sartika Dian Nuraini Sastra dan Kuasa Simbolik Sastra Jawa Timur Satmoko Budi Santoso Saut Situmorang Sayyid Fahmi Alathas SelaSastra #24 di Boenga Ketjil Jombang SelaSastra Boenga Ketjil SelaSastra Boenga Ketjil #33 Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shiny.ane el’poesya Sholihul Huda Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sinopsis Siti Khoeriyah Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputra Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Rahardjo Rais Soegiharto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sri Weni Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sucipto Hadi Purnomo Sudirman Sugi Lanus Sukron Ma’mun Sulaiman Djaya Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungging Raga Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Supriyadi Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suyanto Syaf Anton Wr Syaifuddin Gani Syaiful Amin Syarif Wadja Bae Sylvianita Widyawati TanahmeraH ArtSpace Tarmuzie (1961-2019) Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Presetyo Teguh Setiawan Teguh Winarsho AS Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Tia Setiadi Tirto Suwondo Tita Tjindarbumi Tjahjono Widarmanto Tjahjono Widijanto Toko Buku Murah PUstaka puJAngga Lamongan Tosa Poetra Tri Nurdianingsih Triyanto Triwikromo TS Pinang Tu-ngang Iskandar Tulus S Ulul Azmiyati Umar Fauzi Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Umbu Landu Paranggi Universitas Indonesia Universitas Jember Usman Arrumy Utari Tri Prestianti Viddy AD Daery Virdika Rizky Utama W Haryanto W.S. Rendra Wahyu Prasetya Wan Anwar Wawan Eko Yulianto Wawancara Wina Bojonegoro Wita Lestari Wong Wing King Wowok Hesti Prabowo Xu Xi (Sussy Komala) Y. Thendra BP Y. Wibowo Yanusa Nugroho Yasraf Amir Piliang Yayat R. Cipasang Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yopi Setia Umbara Yudhi Herwibowo Yudi Latif Yusri Fajar Yusuf Ariel Hakim Yuval Noah Harari Zacky Khairul Uman Zainuddin Sugendal Zamakhsyari Abrar Zawawi Se Zed Abidien Zehan Zareez Zhaenal Fanani Zubaidi Khan Zuniest